Hi….Sobat maniak wifi dan sebangsanya ketemu lagi sama ane sang Mahasiswa tauladan #ngarep. Dan sebelum membaca artikel keren ane, sediakan kopi, rokok, cemilan segala macam dan juga headset di pasang, takut hasil downloadan agan autoplay, nanti di denger apa yang agan download pagi ini. saya harap bukan film begituan ye. #lol. Ngomong-ngomong tentang mahasiswa tauladan, ane punya temen sejawatan sebut saja namanya Lauren, doi sangat sangat pinter, kalo ane bandingin ama dosen lebih pinter dosen #cape de…. ya iyalah. ya bolehlah dikatakan kemampuannya hampir setara dosen, tapi bagi ane doi sudah ke level Dewa di bandingkan temen-temen ane semua. Kenapa ane berani bilang begitu, karena sempat pada suatu hari yang kelabu ane lagi mengerjakan pasien, saat itu ane dapat lab Konservasi yang artinya lab untuk penambalan gigi dan perawatan gigi. Kagak tau kenapa ane kebagian dosen yang agak sedikit kiler sih, tapi menurut ane kiler atau ga nya tergantung kita yang menanggapinya. kalo ane sih dosen kiler malah ane semakin semangat untuk belajarnya dan lebih menggali kedalam lagi materi-materi yang lama tertidur di tumpukan buku-buku meja belajar ane.

Saat itu ane mengerjakan PSA (perawatan saluran akar). saat itu pasien ane adalah adek sepupu ane yang lugu, polos, dan sedikit liar. Tahapan yang sudah saya kerjakan saat itu adalah Open bur, Devitalisasi menggunakan bahan Arsen, Mencari Lobang kenikmatan (Orifis), dan ekstirvasi. Itu adalah hari-hari yang sangat melelahkan bagi saya sudara-saudara maniak sekalian. Dan akhirnya ane menuju ke dosen pembimbing ane untuk mengatakan bahwa tahapannya sudah selesai. Semua tahapan yang ane kerjakan lancar jaya, namu tiba-tiba musibah menimpa diri ku, mimpi apa ya aku semalam. :(. #MUSIBAH APA SIH? Maaf expresi ane agak dramatis. musibah itu adalah dimana disaat kamu mau minta tanda tangan disaat pekerjaan mu sudah selesai namun DOsen mu menyuruh mengambil tempat duduk dan berdiskusi ria. owh tidak……

Diskusi Panas pun dimulai, diawali dengan pelototan yang tajam, dan terbata-batanya bibir manisku berucap, serta kosongnya materi yang masuk di otak ku kata-kata pedas pun masuk ke telinga imut ku. owh singguh hari yang kelabu menurut ku. tiba-tiba datang seorang penolong yang berada di sebelah tempat duduk ku, dengan kode yang ga jelas di berikan olehnya dan ane pura-pura mengerti, akirnya setiap tahap pertanyaan bisa ane lewati. dari sekian banyak pertanyaan yang dilontarkan ke muka ane dengan bobot pertanyaan seperti pertanya profesor, Si Louren itu bisa menjawabnya dengan lugas. ane heran, apa ya yang dimakan oleh orang-orang itu sampai-sampai pertanyaan yang terpelosok gitu masih melekat di otaknya. kemudian ada lagi kepintaran yang dia bagikan ke ane, saat ane lagi ada diskusi dengan dosen yang berbeda namun kilernya masih setara yang diatas lah, dengan situasi yang sama dengan terbata-bata nya bibir dan kosongnya otak ane di suruh menanyakan ke tementemen ane. namun semua orang ga ada yang bisa menjawab nya, ampe kakak kelas yang mau jadi dokter pun ga bisa jawab. sampe-sampe ane menuju ke sosial network ane bertanya di FB, Twiter, BBM, Path(kagak punya), dan lain-lain, masih salah juga pertanyaannya. kemudian si Luren itu menghampiri ku, dan mengatakan dengan tenang jawaban tersebut dan akhirnya jawaban itu di terima oleh dosen.

imagesitulah cerita teman ane, loh judul yang diatas gemana gan? Kok ga dibahas? Oke sekarang kita bahas judul yang sudah ane ketik dengan penuh tragedi yang melanda.Hari itu ane mengerjakan pasien PSA. apa itu PSA?Itu sudah ane jelaska di atas. Pasien sudah ane instruksikan untuk duduk santai dan relax sementara ane menghadap dosen dan melapor untuk melakukan DWF (diagnosa Wire Foto). tujuan DWF untuk mencara panjang gigi sebenarnya yang nantinya panjang gigi akan di kurangi 1 mm, untuk menentukan panjang kerja. Oya kalo masih bingung, DWF itu adalah Di rongsen. Ahirnya dosen mengijinkan aku untuk melaksanakan tahapan itu. saat itu yang bertugas di ronsen adalah kakak kelas ane yang namanya MR. LEE, dengan nama panjang Lansli. pertama ane memasukan jarum Miler ke dalam saluran akarnya yang sempit sebanyak 4 jarung. # karena orifis yang saya temukan sebnyak 4. Ga ada mendung ga ada petir tiba-tiba terjadi hujan, maksd ane tidak ada gejala apa-apa pasein tiba-tiba Syok. #what??? ane sangat kebingungan gemana caranya. pasien menyucurkan keringat dingin dan pasien merasa mulai mau pingsan. dengan sigap MR. lee menangani pasien syok. bagai mana cara nya? ayo kita pelajari caranya dia menanggulanginya.

tahap jika pasien syok anafilaksis:

  • Baringkan penderita dengan posisi tungkai lebih tinggi dari kepala.
  • Berikan Adrenalin 1 : 1000 ( 1 mg/ml ) ­       Segera secara IM pada otot deltoideus, dengan dosis 0,3 – 0,5 ml (anak : 0,01   ml/kgbb), dapat diulang tiap lima menit, ­       pada tempat suntikan atau sengatan dapat diberikan 0,1 –  0,3  ml ­       Pemberian adrenalin IV apabila terjadi tidak ada respon  pada pemberian secara IM, atau   terjadi kegagalan sirkulasi dan syok, dengan dosis ( dewasa) : 0,5 ml adrenalin 1 : 1000 ( 1 mg / ml ) diencerkan dalam 10 ml larutan garam faali dan diberikan selama 10 menit
  • kendorkan celananya (jangan di lepas, nanti ada burung-burung muda berkeliaran)
  •  ane tampar-tampar pipinya supaya kagak pingsan
  • ane ajak ngomong terus, dengan mata berkaca-kaca ane berusaha tegar untuk menyemangati supaya dia tidak tertidur.
  • akinya doi terselamatkan

Menurut sahabat Ane yang lebih berkompeten. ada tahapan tambahan untuk dilakukan jika terjadi syok. monggo lihat :

  •   Pemberian Antihistamin   : Difenhidramin injeksi 50 mg, dapat diberikan bila timbul urtikaria.
  • Pemberian Kortikosteroid   : Hydrokortison inj  7 – 10 mg / kg BB, dilanjutkan 5 mg / kg BB setiap 6 jam atau deksametason 2-6 mg/kgbb. untuk mencegah reaksi berulang. Antihistamin dan Kortikosteroid tidak untuk mengatasi syok anafilaktik.
  • Pemberian Aminofilin IV, 4-7 mg/kgbb selama 10-20 menit bila terjadi tanda – tanda bronkospasme, dapat diikuti  dengan infuse 0,6 mg /kgbb/jam, atau brokodilatator aerosol (terbutalin, salbutamo ).

itu tehik menghadapi pasien syok ala MR lee. kalau lebih amanya mending di bawa ke dookter aja gan. dan ahrinya pekerjaan untuk hari ini saya hentikan karena situasi dan kondisi yang saya alami itu saya mengurungkan niat memaksa pasien dilakukan terapi.

sekian cerita dari ane, Jikalau ada dari tahapan penangan  syok itu yang salah mohon di koreksi ya gan, ane masih mahasiswa dan ane perlu belajar.

salam dari JaC

 

Iklan