Gigi berlubang merupakan satu dari penyakit manusia yang paling umum terjadi. Penyakit ini merupakan akibat penurunan jaringan keras pada gigi. Sepanjang tahun pelajaran 1986-1987, anak-anak di Amerika Serikat telah mengalami rata-rata gigi
berlubang pada dua giginya. Di Indonesia, penderita gigi berlubang tidaklah sedikit. Hasil Survei Kesehatan Nasional 2002 menunjukkan, prevalensi gigi berlubang di Indonesia berkisar 60 %, yang berarti dari setiap 10 orang Indonesia, enam dari orang
tersebut di antaranya menderita gigi berlubang. Gogo berlubang pada saat ini terjadi lebih sering pada orang-orang yang tinggal
di negara-negara industrialisasi dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di negara-negara berkembang. Gigi berlubang terjadi pada berbagai kelompok orang yang tinggal di negara berkembang yang secara drastis meningkat ketika makanan dan pengaruh dari orang-orang yang berasal dari masyarakat indutrialisasi.
Streptococcus mutans menjadi yang paling banyak menyebabkan gigi berlubang) di seluruh dunia dari semua streptococcus oral yang lain. Streptococcus mutans , bertahan hidup dari suatu kelompok karbohidrat yang berbeda. Saat gula yang dimetabolisme dan sumber energi lainnya, mikroba menghasilkan asam yang menyebabkan rongga di pada gigi
Silakan Download Jurnal Lengkapnya di sini
Iklan