Erosi gigi (pengikisan kekerasan gigi) dan karies gigi (gigi berlubang) mempunyai kesamaan dalam jenis kerusakannya yaitu terjadi demineralisasi jaringan keras yang disebabkan oleh asam. Asam penyebab erosi berbeda dengan asam penyebab karies gigi. Erosi gigi berasal dari asam yang bukan sebagai hasil fermentasi bakteri. Karies gigi berasal dari asam yang merupakan hasil fermentasi karbohidrat dari sisa makanan oleh bakteri dalam mulut. Erosi terjadi secara merata di permukaan gigi. Hal ini mungkin karena terjadi suatu kelarutan dari elemen anorganik elemen gigi secara perlahan-lahan atau kronis.

Makanan yang menggunakan kuah atau cairan yang asam (pH < 7), misalnya acar, pempek, dapat menyebabkan erosi pada gigi. Demikian juga dalam suasana atau media yang bersifat asam (pH < 7) dapat mengakibatkan erosi pada enamel gigi. Minuman ringan merupakan minuman yang tidak mengandung alkohol (non-alkohol), merupakan minuman yang berkarbonat. Minuman ringan mengandung bahan pemanis, asam dan bahan perasa alami maupun buatan. Bahan alami dapat berupa kacang-kacangan, buah-buahan, sayur-sayuran. Kopi, teh, susu serta coklat bukan merupakan minuman ringan, yang termasuk minuman ringan adalah cola, lemon, orange dan kopi bir serta anggur.

Proses erosi gigi dimulai dari adanya pelepasan kalsium enamel gigi, bila hal ini berlanjut terus akan menyebabkan kehilangan sebagian elemen enamel, dan apabila telah sampai ke dentin maka penderita akan merasa ngilu. Demikian juga air minum yang bersifat asam (pH < 7) ternyata dapat juga menyebabkan erosi pada gigi. Minuman ringan yang berbahaya bagi enamel adalah minuman yang mengandung karbohidrat yang mudah difermentasi, sangat asam dan mempunyai adesi termodinamik yang sangat tinggi, sehingga minuman ini tidak mudah dihilangkan oleh saliva (air liur). Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi proses demineralisasi, yaitu jenis dan konsentrasi asam minuman yang tidak berdisosiasi, kandungan karbohidrat dalam minuman, pH dan kapasitas dapar minuman serta kandungan fosfat dan fluor yang ada dalam minuman.

gigi

Demineralisasi dapat terjadi apabila enamel berada dalam suatu lingkungan pH di bawah 5,5, saat ini banyak minuman ringan dengan pH di bawah 5,5 yang dikonsumsi oleh masyarakat. pH berperan pada demineralisasi karena pH yang rendah akan meningkatkan konsentrasi ion hidrogen dan ion ini akan merusak hidroksiapatit enamel gigi.

semoga bisa di mengerti

sumber jurnal Edhie Arif Prasetyo

Iklan