Disinfeksi:

Suatu proses yang mampu membunuh sel vegetatif tetapi tidak mampu memusnahkan bentuk spora dari mikroorganisme patogen.
Tujuan disinfeksi:
–  Untuk memusnahkan mikroorganisme patogen yang ada pada permukaan benda mati dan benda yang tidak steril.
– Mencegah/menghambat perkembangan mikroorganisme pada permukaan tubuh.
Apa itu Disinfectan?
Disinfectan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya Infeksi atau pencemaran oleh Jasad renik  atau obat untuk membasmi kjuman penyakit. Pengertian lain dari disinfektan adalah senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme yang terpapar secara langsung oleh disinfektan. Disinfektan tidak memiliki daya penetrasi sehingga tidak mampu membunuh mikroorganisme yang terdapat di dalam celah atau cemaran mineral. Selain itu disinfektan tidak dapat membunuhSpora bakteri sehingga dibutuhkan metode lain seperti Sterilisasi dengan autoklf (DISINFEKTAN TIDAK AKURAT DALAM STERILISASI ALAT).
Macam-macam Disinfectan:
1. Alkohol 70-95%
cara: Koagulasi Protein sel
Keuntungan:
– Tidak meninggalkan residu pada permukaan benda.
– Dapat mendisinfeksi intrumen semi kritis
– Bersifat bakterisidal, pseudomonasidal, fungsidal -> 10 menit (cepat)
– Bersifat tuberkolosidal + virusidal (hanya virus lipofilik) ->
Kerugian:
– Tidak sporosidal (tidak dapat membunuh Spora)
-Mudah menguap
– Tidak efektif bila terdapa tanah organik
– Dapat melarutkan perekat
2. Chlorine Compound
Disinfeksi air, terbatas di rumah sakit
Cara: Oksidasi enzym
Zodium Hypocloride -> 1-5%
Keuntungan:
– Disinfektan RT: Lantai dan prabot RT (rumah tangga) -> dettol.
– sifat: bakterisidal, fungisidal, tuberkulosidal, dan virusidal -> speltrum luas.
Kerugian:
– Tidak stabil bila terdapat tanah organik
– berbau busuk dan sukar dihalangkan
-Dapat terjadi korosi pada baja -> tidak dapat untuk instrumen.
– Mengiritasi kulit dan mata
– Tidak dapat di daur ulang
3. Formaldehyde
Cara : koagulasi protein sel
bentuk : larut dan gas
Campuran : -> 37% dalam air. 8% dalam 70% isoprpyl Alkohol
Keuntungan:
– Disinfectan instrumen, cegah korosi ditambah 0,2% Sodium Nitrit
– Bakterisidal, pseudomonasidal, fungisidal
– Tuberkulosidal, virusidal
Sporosidal : minimal 12 jam
Kerugian :
– Uapnya mengiritrasi
– Keracunan pada jaringan
– Tidak dapat di gunakan pada Karet dan bahan berpori
4. Glutaradehyde
•Lar. Encer dgn keaktifan 2%
•Aktif pada pH alkali & netral à2,0 – 3,2%
•Sterilisasi instrumen yang tidak dapat disterilkan dengan penguapan.
•Bahan alternatif sebagai sterilisator perendam untuk instrumen yang tidak tahan pemanasan.
•Cara: Denaturasi protein.

Keuntungan:

-Daya tahan hidup lama.
-Umumnya tidak korosif.
-Dapat menembus darah, eksudat & debris organik karena tegangan permukaan rendah.

Kerugian:

– Bukan antiseptik/ desinfectan permukaan.
– Sangat mengiritasi jaringan à pakai sarung tangan.
– Alergenik/ hipersensitivitas & reaksi dermatologi.
– Mengubah warna beberapa logam.
– Aktivitas korosif meningkat bila diencerkan.
5. Iodophors
oIodine + detergent àmeningkatkan aktivitas sidal, menghilangkan sifat beracun, tidak mengiritasi dan tidak meninggalkan noda.
oSanggup memusnahkan mikroorganisme sampai pada proses oksidasi dari enzym essensial.

Keuntungan:

– Bakterisidal, pseudomonasidal, fungisidal à 101
– Tuberkulosidal, virusidal à 201 à min. 450 ppm.
– Tidak meninggalkan noda, tidak alergi, tidak iritasi.

Povidone iodine àBetadine, Isodine, Dinasept.

Larutan yang dipakai untuk mensuci hamakan kulit dan selaput lendir, sebelum dan sesudah tindakan bedah, cegah infeksi, mempercepat penyembuhan luka

6. Phenolic Compound
Cara: Koagulasi protein
Dapat menyebabkan:

– Lysis pada sel

– Kebocoran unsur sel tanpa lysis

– Kematian sel dengan denaturasi enzym

Keuntungan:

– Desinfectan rumah tangga à lantai, perabot, dinding
– Desinfectan instrumen à + 0,5% Sodium Bicarbonat à cegah korosi
– Bakterisidal, pseudomonasidal, fungisidal dan lipid virusidal à 10 menit
– Tuberkulosidal à 20 menit

Kerugian:

– Iritasi jaringan >> à tidak untuk instrumen yang kontak dengan kulit dan membran mukosa à alat anestesi
– Operator à sarung tangan
– Diserap oleh karet

– Bau tidak enak

7. Quaternary Amonium Compound

Cara: Perubahan membran sel à TU : Bakteri vegetatif.
Contoh: Quarts, Benzal (resiguard) Konium Cloride.

Keuntungan:

– Jarang: Disinfectan RT
– Disinfectan instrumen à + SOD. Nitrit 0,2% cegah korosi.
– Bersifat bakterisidal, pseudomonasidal, fungisidal dan lipid virusidal à 10 menit.

Kerugian:

– Diserap oleh kain à tidak bisa untuk handuk atau kasa.
– Tidak aktif dengan adanya bahan tanah organik.
8. Chlor Hexidine
Untuk:

– Disinfeksi kulit sebelum operasi

– Irigasi luka

– Perawatan luka bakar

Bisquanide Chlor Hexidine

– Bakterisidal àkuman gram (+) & (-)
– Tidak efektif untuk àmycobacteria, spora dan virus
– Glukonat àlarut dalam air, dapat ditambah dengan detergent àlarutan pembersih barang.
– Untuk rongga mulut (mengurangi karies & penyakit periodontal à antiseptif, s/ toksisitas & iritasi rendah.
Semoga bisa di mengerti dan bermanfaat. Makasi….
Iklan