Apa Itu Karies gigi?

Karies gigi atau gigi berlubang adalah salah satu penyakit yang umum di masyarakat. Banyak masyarakat menganggap remeh dalam menjaga kesehatan mulutnya dan akhirnya akan berdampak terhadap jaringan – jaringan di dalam mulut. Karies adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya interaksi antara bakteri plak, diet, dan gigi. Bakteri Streptococcus mutans mendominasi dalam pembentukan plak gigi. Karies gigi dan gingivitis (radang gusi) merupakan dua penyakit gigi dan mulut yang paling tersebar pada masyarakat manusia. Penyebab utama kedua penyakit tersebut adalah kumpulan bakteri yang terikat dalam suatu matriks organik dan melekat  erat  pada  pemukaan  gigi  yang  dikenal  sebagai plak (Suwondo, 2007).

obat-sakit-gigi-alami-225x300

Streptococcus mutans????

Streptococcus adalah bakteri gram positif berbentuk bulat yang secara khas membentuk pasangan atau rantai selama masa pertumbuhannya. Bakteri ini terus tersebar luas di alam. Beberapa diantaranya merupakan anggota flora normal pada manusia (Pada rongga mulut bakteri ini bersifat jinak), yang lain dihubungkan dengan penyakit-penyakit penting pada manusia yang sebagian disebabkan oleh infeksi streptococcus, sebagian karena sensitisasi terhadap bakteri ini. Kuman ini menghasilkan berbagai zat ekstraseluler dan enzim-enzim (Jawetz, 1986).  Beberapa jenis streptococcus bisa menyebabkan radang tenggorokan, demam skarlet, dan penyakit lainnya. Dan bakteri inlah yang mendominasi dalam pembentukan Plak pada gigi. bakteri ini memiliki serotipe sebanyak 7 tipe serotipe -a samapi serotipe -g dan yang mendominasi dalam pembentukan plak adalah serotipe -c.

Plak???

Plak adalah lapisan tipis dari mikroorganisme, sisa makanan dan bahan organik yang terbentuk di gigi, kadang-kadang juga ditemukan pada gusi dan lidah. Plak merupakan agregat sejumlah besar dan berbagai macam mikroorganisme pada permukaan gigi mulai erupsi dengan cepat akan dilindungi lapisan tipis glikoprotein yang disebut aequired pellicle. Glikoprotein di dalam air ludah akan diserap dengan spesifik pada hidroksiaptit dan melekat erat pada permukaan gigi (Roeslan,2002). Beberapa bakteri yang hidup di dalam rongga mulut mempunyai kemampuan membentuk koloni pada permukaan gigi dan membentuk plak secara berkesinambungan.

Pembentukan Plak??

Menurut Roeslan (2002) proses pembentukan plak gigi terjadi setelah S.mutans serotipe c membentuk dekstran ekstraseluler baru terjadi perlekatan dan agregasi kuman pada permukaan enamel yang diikuti peningkatan kolonisasi. Agregasi kuman terjadi karena adanya reseptor dekstran pada permukaan sel sehingga terjadi interaksi antarsel selama pembentukan pak gigi. Kuman lain seperti S.samguis juga mampu mensintesis dekstran ekstraseluler dari sukrosa, namun yang dibentuk adalah dekstran ikatan α(1- 6) yang mudah larut dalam air dan kuman ini tidak mempunyai reseptor dekstran pada permukaan selnya. S.mutans serotipe c lebih banyak mensintesis dekstran ikatan α(1-3) yang tidak larut di dalam air sehingga lebih efisien dalam membentuk plak gigi. S.mutans juga membentuk levan walau tidak sebanyak yang dibentuk oleh S.salivarius dan A.viscocus. Levan akan dihidrolisi oleh beberapa kuman di dalam plak, oleh karena itu levan tidak seefisien dekstran dalam membentuk plak gigi.

Terus hubungan Plak dengan Karies apa?

Plak dalam mulut tidak akan bisa hilang, karena setiap beberapa jam setelah sikat gigi plak akan muncul kembali di dalam mulut kita. jika plak di biarkan menumpuk di sekitar jaringan mulut akan menyebabkan kalkulus atau karang gigi bahkan akan merusak jaringan keras maupun lunak di dalam rongga mulut. rusaknya jaringan keras (GIGI) mulut   inilah disebut karies gigi atau gigi berlubang. jika dibiarkan akan menyebabkan matinya jaringan gigi, abses pada mulut, dan kadang-kadang jika karies hanya pada satu gigi bisa merambat ke gigi yang tetangganya.

Penangannya???

Karena plak yang menyebabkan karies ini tidak akan bisa hilang dalam rongga mulut, makanya cara untuk menghindarkan penyakit ini adalah dengan cara menurunkan jumlah bakteri tersebut. Karies gigi bisa dicegah, salah satunya dengan hal yang kita lakukan setiap hari seperti sikat gigi miniman 2 kali sehari setelah makan dan sebelum tidur, chek up ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss (benang pemebersih gigi), hindari makanan yang mengandung asam, mengonsumsi minuman yang mengandung antioksidan seperti : teh hijau, berkumur dengan rebusan daun sirih, bunga rosela, dll. yang  terpenting adalah sikat gigi pada malam hari, karena saat kita tidur bakteri penyebab plak (streptococus mutans) akan lebih meningkat kinerjanya dibantingkan saat kita beraktivitas. So, Lakukanlah secara rutin setiap hari demi kesehatan gigi dan mulut kalian.

sekian terima kasih.

Iklan