Teh secara umum

Teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer di dunia. Teh di buat dari pucuk daun muda tanaman teh (Camellia sinensis L. kuntze). Selain sebagai minuman yang menyegarkan, teh telah lama diyakini memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh. Beberapa tahun terakhir, teh mendapat banyak perhatian berkaitan dengan sifat potensial fisiologis-nya sebgai antimutagenik dan antitumorigenik. (Haryanto, 2003).

berdasarkan prosesnya pengolahan teh dibagi menjadi 3 kelompok.

-teh hijau : teh yang tidak mengalami proses fermentasi

-teh oolong : teh yang mengalami proses semifermentasi

-teh hitan : teh yang mengalami proses fermentasi penuh

Teh Hujau diproses dengan cara khusus. Setelah dipetik, daun teh akan mengalami pengapasan. proses ini akan mengeringkan daun teh, namun tidak sampai mengurangi warna daun. Kondisi ini yang menyebabkan air seduhan daun teh tetap terlihat berwarna hijau muda. Proses ini kemudian terbukti dapat mempertahankan berbagai kandungan nutrisi, antara lain zat antioksidan polyphenols pada daun teh.

Senyawa Bioaktif Yang terdapat Dalam Teh Hijau

Daun teh mengandung beberapa zat kimia yang dapat digolongkan menjadi empatm, yaitu

– Substansi Fenol (catechins, flavanol)

– Non fenol (Karbohidrat, pektin, alkaloid, protein, asam amoni, klorofil, asam organik)

– senyawa aromatis

– enzim

Secara rinci kandungan tersebut dapat dibagi menjadi dua menurut kelarutannya dala air yaitu:

  • Zat yang tidak larut dalam air : protein 16%, lemak 8%, klorofil dan pigmen lain 1,5%, pektin 4%, pati 0,5%, serat kasar, selulosa, lignin dan lain-lain 22%.
  • Zat yang larut dalam air : polifenol yang dapat difermentasi 20%, polifenol lain 10%, kafein (thenin) 4%, gula dan getah 3%, asam amino 7% dan mineral 4%

Teh hijau mengandung lebih dari 36 persen polifenol, sekalipun jumlah ini masih dipengaruhi cuaca, varietas, jenis tanah dan tingkat kemasakan. Kunci utama dari khasiat teh berada pada komponen bioaktifnya, yaitu polufenol, yang secara optimal terkandung dalam daun teh yang muda dan utuh. Kandungan polifenol, senyawa antioksidan yang kemudian diyakini berkhasiat bagi kesehatan, tertinggi deperoleh pada teh hijau, kemudian teh oolong, lalu disusul teh Hitam.

Fungsi teh Hijau dalam kesehatan

  1. Mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung coronair, karena kandungan polypenol teh dapat membantu secara indirect menurunkan kolesterol dalam darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan mencegah jantung coronair.
  2. Mengurangi resiko kanker, kandungan zat anti mutagen (anti oxidant, falvonoid) dalam teh dapat mencegah dan menekan pertumbuhan kanker
  3. membantu menurunkan berat badan, kandungan serat yang tinggi pada teh dapat mempersingkat paparan zat gizi dengan sistem pencernaan dalam tubuh sehingga dapat menurunkan berat badan
  4. memelihara kesehatan gigi, kandungan fluoride yang cukup tinggi dapat mencegah plak dan mengacaukan aktivitas bakteri penyebab karies.
  5. menjaga kesehatan mata, kandungan senyawa lipopolysaccharide teh mempu mencegah gangguan mata akibat radiasi – X terutama bagi yang sering nonton TV dan kandungan senyawa beta karpten (provitamin A) mencegah rabun senja.
  6. mengatasi masalah bau mulut, kandungan senyawa terpenoid dalam teh mempu mengatasi masalah bau mulut akibat mengonsumsi makanan yang beraroma kuat ataupun akibat merokok.

Studi inggris menyebutkan, kebiasaan minum teh secara teratur dapan mempertahankan teutuhan tulang dan mencegah osteoporosis atau keropos tulang. Khusus untuk wanita pascamenopause, yang mengonsumsi teh memiliki ukuran kerapatan mineral tulang (Bone Mineral Density/BMD) lebih tinggi dibanding mereka yang tidak minum teh. Senyawa aktif yang terkandung di dalam teh berperan menyerupai hormon estrogen lemah yang membantu melindungi tulang terhadap proses kerapuhan. Teh juga menyimpan potensi sebagai sumber mineral tubuh yang penting dalam berbagai proses metabolisme. Sumber mineral muncul baik berupa makro maupun trace mineral. keduanya sangat diperlukan sebagai nutrisi bagi tubuh.

Iklan